Posts

Showing posts from May, 2019

Agustusan, Yuk Ziarah ke Makam Sang Proklamator di Blitar

Image
Agustusan, Yuk Ziarah ke Makam Sang Proklamator di Blitar Setiap menjelang 17 Agustus, semangat kemerdekaan begitu terasa di seluruh penjuru negeri, termasuk di makam mendiang Presiden Soekarno. Untuk mengormati jasa-jasanya, yuk berziarah ke makam sang proklamator kemerdekaan RI di Blitar. Dihormati dan disegani, begitulah sosok Bung Karno semasa hidupnya. Pada hari Minggu, 21 Juni 1970 Bung Karno menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Sebenarnya, pernah berwasiat untuk dikebumikan di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat. Akan tetapi, pemerintahan yang saat itu dipimpin oleh Presiden Soeharto lebih memilih Bung Karno untuk dimakamkan di Blitar, Jawa Timur. Di Blitar, makam Bung Karno berada di Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, sekitar 2 km sebelah utara pusat kota, seperti yang dilihat oleh detikTravel dari situs Pariwisata Kota Blitar, Rabu (15/8/2012). Selain menjadi tempat peristirahatan terakh...

Kabupaten Blitar

Image
Kabupaten Blitar Kabupaten Blitar terletak di ujung selatan Jawa Timur, berbatasan langsung dengan Kabupaten Kediri di utara, Samudra Hindia di selatan, Kabupaten Tulungagung di barat dan Kabupaten Malang di timur. Pusat pemerintahan kabupaten dengan luas 1.588,79 Km2 ini terletak di Kanigoro, dimana sebelumnya merupakan bagian dari kota Blitar. Secara geografis, Kabupaten dan Kota Blitar terletak di kaki gunung Kelud, gunung api strato yang masih aktif sampai sekarang. Dari keadaan alam itu, daerah kabupaten dan kota Blitar selalu menjadi wilayah yang terkena lahar gunung Kelud sejak bertahun-tahun, terhitung sejak 1331. Keadaan tanah di daerah Blitar yang kebanyakan berupa tanah vulkanik, mengandung abu letusan gunung berapi, pasir dan napal, yaitu batu kapur yang tercampur dengan tanah liat. Tanah semacam itu disebut regosol yang dapat dimanfaatkan untuk menanam padi, tebu, tembakau dan sayur mayur. Faktanya, selain hijaunya persawahan yang kini mendominasi pemandang...

Wisata Kebangsaan sekaligus Wisata Religi di Makam Bung Karno

Wisata Kebangsaan sekaligus Wisata Religi di Makam Bung Karno Berbicara tentang Blitar, tentunya tidak pernah lepas dari Bung Karno. Di tempat inilah presiden RI yang pertama dilahirkan serta beristirahat untuk terakhir kalinya. Selain disebut Kota Patria, Blitar juga mendapat julukan sebagai Bumi Proklamator. Di Tanah Air, tidak ada kota yang mampu mengungguli Blitar ketika berbicara tentang Soekarno. Makam Presiden pertama Republik Indonesia kini menjadi tujuan  wisata  utama bagi siapa saja yang mengunjungi Kota Blitar. Kompleks makam Bung Karno yang awalnya mempunyai  luas kurang lebih 2.970 m2, sekarang telah diperluas menjadi 4.852 m2. Tanah yang semula milik Yayasan Mardi Mulyo ini telah diserahkan kepada negara untuk dijadikan Taman Makam Pahlawan Karang Mulyo dan terletak di Jalan S. Soepriyadi, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Memasuki Makam ini dimulai dari sebuah gapura Agung yang menghadap ke selatan. Di area makam...

MASJID AGUNG KOTA BLITAR

Image
MASJID AGUNG KOTA BLITAR Sekilas asal usul Kabupaten Blitar Menurut sejarah, sebutan KABUPATEN BLITAR sekarang ini, dahulunya bernama KABUPATEN SRENGAT. Pada waktu itu yang menjadi sebagaiPenghulu Srengat yaitu KY.R. MOH. KASIMAN. Setelah nama Kabupaten Srengat berubah menjadi KABUPATEN BLITAR pada tahun 1820, yang jumeneng sebagai penghulu pertama pada th. 1820 M adalah KY.R.IMAM BESARI. Berdirinya Masjid Pada tahun 1820, didirikanlah sebuah Masjid yang terletak disebelah utara jembatan kali LAHAR kelurahan Pekunden, timur kali dengan bangunan gebyog dan beratap sirap ( dinding dan atap terbuat dari kayu jati ) Pada th 1828 M Penghulu KY.IMAM BESARI wafat, beliau dimakamkan di pemakaman Sumbersoka Blitar, penghulunya diganti oleh saudaranya bernama KY.R.IMAM SJAFI'I beliau wafat pada th 1848 M. kemudian penghulunya diganti oleh menantu KY.IMAM BESARI bernama KY.R.KAMALUDDIN sebagai penghulu yang ketiga. Masjid Pindah Pada tahun wafatnya KY.R. IMA...

Menengok Masjid Mbah Wali yang 'Tiban dari Langit' di Blitar

Image
Menengok Masjid Mbah Wali yang 'Tiban dari Langit' di Blitar Nama aslinya Masjid Baitul Muk'minin. Namun warga Dusun Gembong Desa Temenggung Kecamatan Udanawu, Blitar, lebih mengenalnya dengan nama Masjid Mbah Wali. Masjid ini disebut-sebut sebagai satu di antara masjid tiban di wilayah Jawa Timur.  Disebut masjid tiban, karena ditemukan sudah berbentuk masjid. Sering dianggap 'dari langit'. Tak ada yang tahu siapa yang mengawali pembangunannya. Namun cerita turun temurun dari warga desa menyatakan, masjid itu pertama kali ditemukan oleh seorang ulama bernama Abdullah Islam.  Abdullah Islam adalah ulama Islam sekelas wali. Kharomah beliau yang ceritanya diketahui hingga turunan ketiga, membuat Abdullah Islam lebih terkenal dengan sebutan Mbah Wali. "Saya hanya mendengar dari sesepuh di sini. Kalau yang menemukan lalu ditambahi bangunan masjid ini mbah saya, Abdullah Islam. Kayunya diambil dari alas Maliran, Ponggok," kata cucu Abdulla...
Image
Masjid Tiban Temenggung, Kabupaten Blitar Banyak kisah misteri di balik keberadaan Masjid Tiban. Karena keberadaannya sering dianggap “Dari Langit”, masjid-masjid demikian acap dijadikan tempat bermunajab atas harapan.kecermelangan hidup dan masa depan. Di mana sajakah masjid-masjid PARAWALI itu berada, dan apa saja keistimewaannya? Pertama diketahui, bersamaan dengan peristiwa pembabatan hutan. Warga Dusun Gembong, Desa Temenggung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jatim, menyebutnya sebagai Masjid Tiban. Disebutkan demikian, karena masjid itu tiba- tiba ada. Tiba-tiba bercokol di salah satu sudut desa mereka, tanpa sempat diketahui proses pembuatannya Karenanya, banyak juga yang menganggap masjid itu dari langit. Tepatnya, turun dari langit, dan jatuh di salah satu sudut Dusun Gembong, Desa Temenggung, Kecamatan Udanawu. “Ya, masjid itu seolah-olah turun dari langit, dan jatuh di salah satu sudut desa kami,” ujar beberapa warga Desa Temenggung. Orang perta...

Masjid Agung Kota Blitar, Saksi Bisu Peradaban Islam dari Masa ke Masa

Image
Masjid Agung Kota Blitar, Saksi Bisu Peradaban Islam dari Masa ke Masa Masjid Agung Kota Blitar merupakan sebuah bangunan kuno penyimpan sejarah panjang syiar Islam dan perkembangan masyarakat Kota Blitar. Secara administratif saat ini masjid ini terletak di pusat Kota Blitar, tepatnya di sebelah barat Alun-alun Kota Blitar. Untuk mengungkap sejarah berdirinya Masjid Agung Kota Blitar, BLITARTIMES berhasil menemui salah seorang penjaga kantor Yayasan Masjid Agung Kota Blitar, Izul (28). Dari data dan berbagai sumber yang diperoleh, menurut sejarah, dulunya sebutan Kabupaten Blitar masih bernama Kabupaten Srengat. Pada waktu itu yang bertindak sebagai penghulu atau hakim agama Kabupaten Srengat adalah KY.R. Mohammad Kasiman. Setelah nama Kabupaten Srengat berubah menjadi Kabupaten Blitar pada tahun 1820, yang menjadi penghulu pertamanya ialah KY.R. Imam Besari, di sana pula awal mula peletakan batu pertama Masjid Agung Blitar. Awalnya, bangunan masjid ini terdiri dari bang...